TRANSFORMASI PERPUSTAKAAN MENJADI PUSAT BELAJAR MASYARAKAT BERBASIS TIK
TRANSFORMASI PERPUSTAKAAN MENJADI PUSAT BELAJAR MASYARAKAT BERBASIS TIK
Selama ini perpustakaan hanya dipandang sebelah mata bukan hanya oleh pemangku kebijakan saja, akan tetapi juga dipandang sebelah mata oleh masyarakat, dan berpendapat bahwa perpustakaan hanya sebagai tempat tumpukan buku semata, dengan pengelolanya yang berkaca mata tebal, rambut gimbal, dan tidak pernah tersenyum. Akan tetapi kini , perpustakaan telah dapat menampakkan wujudnya yang baru, menjadi tempat yang menyenangkan dan nyaman bagi setiap penggunanya.
Teknologi informasi dan komunikasi telah merubah beberapa aspek kehidupan manusia, itu benar adanya. Bahkan Gallacher berpendapat bahwa faktor perubahan yang paling berpengaruh adalah yang datang dari luar perpustakaan dalam bentuk perkembangan teknologi seperti jaringan lokal dan internasional, penerbitan elektronik serta teknologi yang dapat memberikan layanan sendiri (self service technologies). Pengaruh pemanfaatan komputer sebagai sarana penyimpanan dimulai pada tahun 1970an. Swan menggambarkan sekitar tahun 1970an para ahli komputer di Bell Laboratories menyimpan arsip-arsip elektronik agar dapat diakses oleh rekan-rekannya dengan menggunakan ftp protocols. Adanya perkembangan World Wide Web di akhir tahun 1980an meningkatkan kemampuan TIK dalam melakukan komunikasi komputer ke komputer. Situasi tersebut berlanjut sampai dengan pertengahan tahun 1990an dengan kemunculan internet. Pengguna komputer yang sudah terkoneksi internet secara online dapat berkomunikasi dengan pengguna komputer lainnya. Satu era baru telah lahir dimana seseorang dapat berhubungan dan mendapatkan informasi dimanapun dan kapanpun dibutuhkan.
Perpustakaan sebagai lembaga yang berhubungan secara langsung dengan ketersediaan informasi perlu memperhatikan perkembangan TIK. Secara legalitas bahkan dijabarkan dalam Undang-undang RI nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan yang menyatakan bahwa koleksi perpustakaan diseleksi, diolah, disimpan, dilayankan, dan dikembangkan sesuai dengan kepentingan pemustaka dengan memperhatikan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (pasal 12 ayat 1) serta setiap perpustakaan mengembangkan layanan perpustakaan sesuai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (pasal 14 ayat 3).
Berdasarkan pada pasal 14 ayat 3 UU Nomor 43 tahun 2007 bahwa: setiap perpustakaan mengembangkan layanan perpustakaan sesuai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, maka perpustakaan kini dituntut untuk dapat mengikuti kemajuan teknologi informasi dan komunikasi .
Transformasi perpustakaan sedang berlangsung. Kate menegaskan bahwa karakteristik lingkungan dimana pustakawan saat ini bekerja termasuk di dalamnya akses yang lebih besar untuk mendapatkan informasi, meningkatkan kecepatan permintaan informasi, kompleksitas yang lebih dalam menemukan, menganalisa dan menghubungkan informasi, teknologi yang berubah secara pasti, kurangnya standarisasi baik perangkat keras maupun lunak, pembelajaran berkelanjutan untuk pemustaka dan staf perpustakaan serta penanaman modal untuk teknologi.
Peran perpustakaan dalam mengembangkan sunber daya manusia sangatlah penting, kini perpustakaan dapat berperan dalam peningkatan kehidupan masyarakat dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lingkungan.
Peran serta perpustakaan dalam bidang kesehatan adalah selain menyediakan bahan pustaka mengnai kesehatan juga dapat berupa kegiatan penyuluhan kesehatan yang bekerja sama dengan bidangn kesehatan tempat dimana perpustakaan berada serta pencarian informasi kesehatan melalui layanan TIK perpustakaan.
Dalam bidang pendidikan, perpustakaan adalah jantungnya pendidikan, karena semua bahan pustaka merupakan sumber ilmu ada di perpustakaan, lebih sempurna lagi dengan adanya layanan TIK di perpustakaan menjadikan semua pengguna perpustakaan dapat mengakses informasi apapun di perpustakaan, dan juga hanya belajar di perpustakaan yang tidak memiliki aturan batasan usia, sehingga peran perpustakaan sebagai pusat belajar sepanjang hayat bagi masyarakat benar- benar terbukti adanya.
Peran perpustakaan dalam bidang ekkonomi adalah dengan adanya layanan TIK di perpustakaan, masyarakat dapat mengakses informasi lowongan pekerjaan, mengakses informasi mengenai teknologi pemasaran online, sehingga kini bermunculan para pengusaha baru di bidang pemasaran online, dan juga kini banyak para pengangguran yang memilih menjadi pengusaha produk dan menjadi pengusaha mikro dalam berbagai bidang degan memanfaatkan jaringan TIK di perpustakaan.
Peran perpustakaan terhadap lingkungan, tidak sedikit pegiat perpustakaan yang dapat memberdayakan pemuda dan masyarakat sekitarnya untuk peduli terhadap lingkungan dengan mengadakan kegiatan pengolahan sampah dan mendaur ulang sampah menjadi salah satu sumber pendapatan bagi masyarakat. Sehingga dengan kegiatan pengolahan daur ulang selain berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Sehingga muncul kalimat slogan
“BUANGLAH SAMPAH PADA WAKTUNYA”
Perpustakaan dapat berperan dalam berbagai bidang dalam kehidupan masyarakat, sehingga dengan adanya layanan TIK di perpustakaan dapat meningkatkan sumber daya manusia di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lingkungan.
Selama ini perpustakaan hanya dipandang sebelah mata bukan hanya oleh pemangku kebijakan saja, akan tetapi juga dipandang sebelah mata oleh masyarakat, dan berpendapat bahwa perpustakaan hanya sebagai tempat tumpukan buku semata, dengan pengelolanya yang berkaca mata tebal, rambut gimbal, dan tidak pernah tersenyum. Akan tetapi kini , perpustakaan telah dapat menampakkan wujudnya yang baru, menjadi tempat yang menyenangkan dan nyaman bagi setiap penggunanya.
Teknologi informasi dan komunikasi telah merubah beberapa aspek kehidupan manusia, itu benar adanya. Bahkan Gallacher berpendapat bahwa faktor perubahan yang paling berpengaruh adalah yang datang dari luar perpustakaan dalam bentuk perkembangan teknologi seperti jaringan lokal dan internasional, penerbitan elektronik serta teknologi yang dapat memberikan layanan sendiri (self service technologies). Pengaruh pemanfaatan komputer sebagai sarana penyimpanan dimulai pada tahun 1970an. Swan menggambarkan sekitar tahun 1970an para ahli komputer di Bell Laboratories menyimpan arsip-arsip elektronik agar dapat diakses oleh rekan-rekannya dengan menggunakan ftp protocols. Adanya perkembangan World Wide Web di akhir tahun 1980an meningkatkan kemampuan TIK dalam melakukan komunikasi komputer ke komputer. Situasi tersebut berlanjut sampai dengan pertengahan tahun 1990an dengan kemunculan internet. Pengguna komputer yang sudah terkoneksi internet secara online dapat berkomunikasi dengan pengguna komputer lainnya. Satu era baru telah lahir dimana seseorang dapat berhubungan dan mendapatkan informasi dimanapun dan kapanpun dibutuhkan.
Perpustakaan sebagai lembaga yang berhubungan secara langsung dengan ketersediaan informasi perlu memperhatikan perkembangan TIK. Secara legalitas bahkan dijabarkan dalam Undang-undang RI nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan yang menyatakan bahwa koleksi perpustakaan diseleksi, diolah, disimpan, dilayankan, dan dikembangkan sesuai dengan kepentingan pemustaka dengan memperhatikan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (pasal 12 ayat 1) serta setiap perpustakaan mengembangkan layanan perpustakaan sesuai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (pasal 14 ayat 3).
Berdasarkan pada pasal 14 ayat 3 UU Nomor 43 tahun 2007 bahwa: setiap perpustakaan mengembangkan layanan perpustakaan sesuai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, maka perpustakaan kini dituntut untuk dapat mengikuti kemajuan teknologi informasi dan komunikasi .
Transformasi perpustakaan sedang berlangsung. Kate menegaskan bahwa karakteristik lingkungan dimana pustakawan saat ini bekerja termasuk di dalamnya akses yang lebih besar untuk mendapatkan informasi, meningkatkan kecepatan permintaan informasi, kompleksitas yang lebih dalam menemukan, menganalisa dan menghubungkan informasi, teknologi yang berubah secara pasti, kurangnya standarisasi baik perangkat keras maupun lunak, pembelajaran berkelanjutan untuk pemustaka dan staf perpustakaan serta penanaman modal untuk teknologi.
Peran perpustakaan dalam mengembangkan sunber daya manusia sangatlah penting, kini perpustakaan dapat berperan dalam peningkatan kehidupan masyarakat dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lingkungan.
Peran serta perpustakaan dalam bidang kesehatan adalah selain menyediakan bahan pustaka mengnai kesehatan juga dapat berupa kegiatan penyuluhan kesehatan yang bekerja sama dengan bidangn kesehatan tempat dimana perpustakaan berada serta pencarian informasi kesehatan melalui layanan TIK perpustakaan.
Dalam bidang pendidikan, perpustakaan adalah jantungnya pendidikan, karena semua bahan pustaka merupakan sumber ilmu ada di perpustakaan, lebih sempurna lagi dengan adanya layanan TIK di perpustakaan menjadikan semua pengguna perpustakaan dapat mengakses informasi apapun di perpustakaan, dan juga hanya belajar di perpustakaan yang tidak memiliki aturan batasan usia, sehingga peran perpustakaan sebagai pusat belajar sepanjang hayat bagi masyarakat benar- benar terbukti adanya.
Peran perpustakaan dalam bidang ekkonomi adalah dengan adanya layanan TIK di perpustakaan, masyarakat dapat mengakses informasi lowongan pekerjaan, mengakses informasi mengenai teknologi pemasaran online, sehingga kini bermunculan para pengusaha baru di bidang pemasaran online, dan juga kini banyak para pengangguran yang memilih menjadi pengusaha produk dan menjadi pengusaha mikro dalam berbagai bidang degan memanfaatkan jaringan TIK di perpustakaan.
Peran perpustakaan terhadap lingkungan, tidak sedikit pegiat perpustakaan yang dapat memberdayakan pemuda dan masyarakat sekitarnya untuk peduli terhadap lingkungan dengan mengadakan kegiatan pengolahan sampah dan mendaur ulang sampah menjadi salah satu sumber pendapatan bagi masyarakat. Sehingga dengan kegiatan pengolahan daur ulang selain berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Sehingga muncul kalimat slogan
“BUANGLAH SAMPAH PADA WAKTUNYA”
Perpustakaan dapat berperan dalam berbagai bidang dalam kehidupan masyarakat, sehingga dengan adanya layanan TIK di perpustakaan dapat meningkatkan sumber daya manusia di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lingkungan.
Komentar
Posting Komentar