Gempa di Kabandungan ada apakah gerangan?
Dalam beberapa hari terakhir ini, gempa yang dirasakan di Kabandungan menjadi berita terpanas di ranah media social public masyarakat Kabandungan, bukan hanya di media social faceboook saja akan tetapi di status madia social WhatsApp pun banyak masyarakat yang membuat berita ter-update mengenai gempayang dirasakan di wilayah Kabandungan. Karena dari hari minggu pagi lebih dari 30 kali getaran gempa yang dirasakan oleh masyarakat Kabandungan.
Ada apakah gerangan dengan gempa yang dirasakan di Kabandungan?
Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari bawah permukaan secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi atau lempeng bumi. Selain itu gempa bumi juga bisa disebabkan oleh letusan gunung api.
Gempa bumi juga bisa diartikan sebagai suatu peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi. Frekuensi gempa bumi di suatu wilayah mengacu pada jenis dan ukuran gempa bumi yang di alami selama periode waktu. Gempa bumi diukur dengan menggunakan alat Seismometer. Moment magnitudo adalah skala yang paling umum di mana gempa bumi terjadi untuk seluruh dunia. Skala Rickter adalah skala yang di laporkan oleh observatorium seismologi nasional yang di ukur pada skala besarnya lokal 5 magnitudo. Kedua skala yang sama selama rentang angka mereka valid. Gempa 3 magnitudo atau lebih sebagian besar hampir tidak terlihat dan besarnya 7 kali lebih berpotensi menyebabkan kerusakan serius di daerah yang luas, tergantung pada kedalaman gempa.
Gempa Bumi terbesar bersejarah besarnya telah lebih dari 9 skala rickter, meskipun tidak ada batasan besarnya. Gempa Bumi besar terakhir besarnya 9,0 atau lebih besar adalah 9,0 magnitudo yaitu gempa di Jepang pada tahun 2011 , dan itu adalah gempa Jepang terbesar sejak pencatatan dimulai. Intensitas getaran diukur pada modifikasi Skala Mercalli.
Jenis-Jenis Gempa Bumi
Jenis-jenis gempa bumi dibedakan menjadi 2 yaitu berdasarkan penyebab dan kedalamannya. Berikut ini merupakan penjelasannya :
a. Berdasarkan Penyebabnya
Menurut penyebab terjadinya, gempa bumi dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu :
1. Gempa Vulkanik
Gempa bumi vulkanik adalah gempa bumi yang disebabkan oleh letusan gunung berapi. Contoh : gempa G. Bromo, gempa G. Una-Una, gempa G. Krakatau.
2. Gempa Tektonik
Gempa tektonik adalah gempa bumi yang terjadi karena pergeseran lapisan kulit bumi akibat lepasnya energi di zone penunjaman. Gempa bumi tektonik memiliki kekuatan yang cukup dahsyat. Contoh : gempa Aceh, Bengkulu, Pangandaran.
3. Gempa runtuhan atau terban
Gempa runtuhan atau terban adalah gempa bumi yang disebabkan oleh tanah longsor, gua-gua yang runtuh, dan sejenisnya. Tipe gempa seperti ini hanya berdampak kecil dan wilayahnya sempit.
b. Berdasarkan Kedalamannya
Berdasarkan kedalamannya, jenis-jenis gempa bumi juga dibedakan menjadi 3, yaitu :
1. Gempa bumi dalam
Gempa bumi dalam adalah gempa bumi yang hiposentrumnya (pusat gempa) berada lebih dari 300 km di bawah permukaan bumi (di dalam kerak bumi). Gempa bumi dalam pada umumnya tidak terlalu berbahaya.
2. Gempa bumi menengah
Gempa bumi menengah adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada antara 60 km sampai 300 km di bawah permukaan bumi.gempa bumi menengah pada umumnya menimbulkan kerusakan ringan dan getarannya lebih terasa.
3. Gempa bumi dangkal
Gempa bumi dangkal adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada kurang dari 60 km dari permukaan bumi. Gempa bumi ini biasanya menimbulkan kerusakan yang besar.
Parameter Gempa Bumi
Waktu terjadinya gempabumi (Origin Time – OT)
Lokasi pusat gempabumi (Episenter)
Kedalaman pusat gempabumi (Depth)
Kekuatan Gempabumi (Magnitudo)
Karakteristik Gempa Bumi
Berlangsung dalam waktu yang sangat singkat
Lokasi kejadian tertentu
Akibatnya dapat menimbulkan bencana
Berpotensi terulang lagi
Belum dapat diprediksi
Tidak dapat dicegah, tetapi akibat yang ditimbulkan dapat dikurangi
Penyebab Terjadinya Gempa Bumi
Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang disebabkan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan di mana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itulah gempa Bumi akan terjadi.
Gempa Bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan-lempengan tersebut. Gempa Bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional. Gempa Bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit kedalam mengalami transisi fase pada kedalaman lebih dari 600 km.
Beberapa gempa Bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan magma di dalam gunung berapi. Gempa Bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya letusan gunung berapi. Beberapa gempa Bumi (jarang namun) juga terjadi karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam, seperti Dam Karibia di Zambia, Afrika. Sebagian lagi (jarang juga) juga dapat terjadi karena injeksi atau akstraksi cairan dari/ke dalam Bumi (contoh. pada beberapa pembangkit listrik tenaga panas Bumi dan di Rocky Mountain Arsenal. Terakhir, gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Hal ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes rahasia senjata nuklir yang dilakukan pemerintah. Gempa Bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga seismisitas terinduksi.
Akibat Gempa Bumi
Akibat yang ditimbulkan oleh gempa bumi diantaranya adalah :
1. Dampak fisik :
Bangunan banyak yang hancur atau roboh.
Tanah longor akibat goncangan.
Jatuhnya korban jiwa.
Permukaan tanah menjadi merekat, retak dan jalan menjadi putus.
Banjir karena rusaknya tanggul.
Gempa dasar laut dapat menyebabkan tsunami, dsb.
2. Dampak sosial :
Menimbulkan kemiskinan.
Kelaparan.
Menimbulkan penyakit.
Bila pada sekala yang besar (dapat menimbulkan tsunami yang besar), bisa melumpuhkan politik, sistem ekonomi, dsb.
Alat Pengukur Gempa Bumi
Seismograf adalah alat yang digunakan atau dipakai untuk mengukur kuat dan lemahnya suatu gempa bumi. Berdasarkan arah getaran yang diukur, seismograf dibedakan menjadi 2 (dua) macam yaitu :
Seismograf horisontal yaitu suatu jenis seismograf yang mencatat kekuatan gempa ataupun getaran bumi dengan arah secara horizontal (mendatar).
Seismograf vertikal yaitu jenis dari seismograf yang mencatat getaran bumi dengan arah secara vertikal.
Besaran gempa didasarkan pada amplitudo gelombang tektonik dan dicatat oleh alat Seismograf dengan menggunakan Skala Richter. (Sumber :
http://bpbd.bandaacehkota.go.id/2018/08/05/pengertian-gempa-bumi-jenis-jenis-penyebab-akibat-dan-cara-menghadapi-gempa-bumi/
Siapa yang berwenang untuk memberikan informasi menegani Gempabumi?
BMKG merupakan pihak yang berwenang untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai seluruh gempa yang terjadi di Indonesia, termasuk gempa yang dirasakan di Kabandungan.
Mari kita simak mengenai BMKG
 Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (disingkat BMKG), sebelumnya bernama Badan Meteorologi dan Geofisika(disingkat BMG) adalah Lembaga Pemerintah Non Departemen Indonesia yang mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang meteorologiklimatologi, dan geofisika.
Tugas/Fungsi
·         pengkajian, dan penyusunan kebijakan nasional di bidang meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan geofisika
·         koordinasi kegiatan fungsional di bidang meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan geofisika
·         memfasilitasi, dan pembinaan terhadap kegiatan instansi pemerintah, dan swasta di bidang meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan geofisika
·         penyelenggaraan pengamatan, pengumpulan, dan penyebaran, pengolahan, dan analisis serta pelayanan di bidang meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan geofisika
·         penyelenggaraan kegiatan kerjasama di bidang meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan geofisika
·         penyelenggaraan pembinaan, dan pelayanan administrasi umum di bidang perencanaan umum, ketatausahaan, organisasi, dan tatalaksana, kepegawaian, keuangan, kearsipan, hukum, persandian, perlengkapan, dan rumah tangga
Kewenangan
·         penyusunan rencana nasional secara makro di bidangnya
·         perumusan kebijakan di bidangnya untuk mendukung pembangunan secara makro
·         penetapan sistem informasi di bidangnya
·         penetapan standar teknis peralatan serta pelayanan meteorologi penerbangan, dan maritim
·         pengaturan sistem jaringan pengamatan meteorologi, dan klimatologi
·         pemberian jasa meteorologi, dan klimatologi
·         pengamatan, dan pemberian jasa geofisika
·         pengamatan, dan pemberian jasa kualitas udara
·         pengaturan sistem jaringan pengamatan geofisika
·         penetapan standar teknis peralatan meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan geofisika
(Sumber: Wikipedia)

Menyimak tugas dan fungsi  dari  BMKG adalah penyelenggaraan pengamatan, pengumpulan, dan penyebaran, pengolahan, dan analisis serta pelayanan di bidang meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan geofisika, maka tugas BMKG menyampaikan informasi tersebut kepada masyarakat.
Bagaimana BMKG menyampaikan informasi tersebut kepada masyarakat.
Informasi dari BMKG disampaikan melalui Link https://www.bmkg.go.id/
Apakah masyarakat Kabandungan dapat mengakses informasi dari BMKG?
Tentu…. Bukan hanya masyarakat Kabandungan saja, akan tetapi seluruh warga Indonesia dapat mengakses link tersebut dan dapat mencari informasi kaitan dengan berita gempa, cuaca, dan  lain sebagainya.

Gambar 1: Tampilan situs BMKG yang diakses melalui computer/PC
Tentunya, bukan hanya melalui perangkat komuter saja link BMKG dapat juga diakses melalui ponsel .

Gambar 2: tampilan situs BMKG diakses melalui telepon seluler
Bahkan seiring dengan kemajuan teknologi, masyarakat dapat mengakses informasi dari BMKG melalui aplikasi BMKG, dengan cara mengunduh aplikasi BMKG di Playstore.


Gambar 3: tampilan BMKG melalui aplikasi

Bagaimana dengan gempabumi yang dirasakan di Kabandungan ?

GEMPABUMI TEKTONIK BERUNTUN MENGGUNCANG WILAYAH SUKABUMI, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI
• Hari Senin, 19 Agustus 2019, Wilayah SUKABUMI DAN SEKITARNYA diguncang dua kali gempa dirasakan, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI. Pertama pada pukul 22:52:16 berkekuatan M=2.5 dengan pusat gempabumi terletak pada koordinat 6.78 LS - 106.51 BT, tepatnya berada di Darat pada jarak 23 Km BARATLAUT SUKABUMI-JABAR dengan kedalaman 4 Kilometer. Kedua pada pukul 23:10:47 berkekuatan M=3.4 dengan pusat gempabumi terletak pada koordinat 6.85 LS - 106.58 BT, tepatnya berada di Darat pada jarak 30 Km BARATLAUT SUKABUMI-JABAR dengan kedalaman 4 Kilometer
• Ditinjau dari lokasi epicenter dan kedalaman hiposenternya tampak bahwa gempabumi yang terjadi merupakan gempabumi Dangkal akibat aktivitas Sesar Citarik.
• Dampak gempabumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempabumi ini dirasakan  di wilayah Sukabumi dengan Skala Intensitas I - II MMI.  Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut.
• Hingga laporan ini dibuat pukul 23:50 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Kepada Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti informasi dari BMKG, karena BMKG akan terus memantau perkembangan gempabumi tersebut.

• Pastikan informasi resmi Gempabumi dengan Skala Magnitudo kurang dari 5 (lima) hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui website (http://balai2.bmkg.go.id/).
Tangerang Selatan, 19 Agustus 2019
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang
HENDRO NUGROHO, ST, M.Si
(Penjelasan dari pihak BMKG kaitan dengan gempabumi yang terjadi pada hari senin, 19 Agustus 2019)

GEMPABUMI TEKTONIK M3.9 MENGGUNCANG WILAYAH KAB-SUKABUMI-JABAR, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI
• Hari Rabu, 21 Agustus 2019, pada pukul 03:06:16 WIB, Wilayah KAB-SUKABUMI-JABAR dan sekitarnya diguncang gempabumi Tektonik. Analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi berkekuatan M=3.9 dengan pusat gempabumi terletak pada koordinat 6.77 LS - 106.52 BT, tepatnya berada di Darat pada jarak 24 km BaratLaut KAB-SUKABUMI-JABAR dengan kedalaman 1 Kilometer.
• Ditinjau dari lokasi epicenter dan kedalaman hiposenternya tampak bahwa gempabumi yang terjadi merupakan gempabumi Dangkal akibat aktivitas Sesar Citarik.
• Dampak gempabumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempabumi ini dirasakan  di wilayah Bogor dan Sukabumi dengan Skala Intensitas II - III MMI.  Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut.
• Hingga laporan ini dibuat pukul 03:22 WIB, hasil monitoring BMKG terhitung sejak tanggal 10 Austus 2019 ada 43 event gempa pendshuluan yang terjadi di wilayah tersebut, dan menunjukkan 3 aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Kepada Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti informasi dari BMKG, karena BMKG akan terus memantau perkembangan gempabumi tersebut.

• Pastikan informasi resmi Gempabumi dengan Skala Magnitudo kurang dari 5 (lima) hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui website (http://balai2.bmkg.go.id/).
Tangerang Selatan, 21 Agustus 2019
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang
HENDRO NUGROHO, ST, M.Si

Monitoring gempa swarm (beruntun) Sesar Citarik Sukabumi-Bogor, 21-08-2019, pukul 03:06 WIB s.d 03:41 WIB;
Gempa Mag:2.1, 21-Aug-19 03:41:41 WIB, Lok:6.75 LS - 106.55 BT (26 km Utara KAB-SUKABUMI-JABAR), Kedlmn: 1 Km ::BMKG
Gempa Mag:2.6, 21-Aug-19 03:39:29 WIB, Lok:6.81 LS - 106.5 BT (35 km BaratDaya KAB-BOGOR-JABAR), Kedlmn: 3 Km ::BMKG
Gempa Mag:3.5, 21-Aug-19 03:28:57 WIB, Lok:6.83 LS - 106.58 BT (34 km BaratDaya KAB-BOGOR-JABAR), Kedlmn: 5 Km ::BMKG
Gempa Mag:2.6, 21-Aug-19 03:25:36 WIB, Lok:6.76 LS - 106.49 BT (26 km BaratLaut KAB-SUKABUMI-JABAR), Kedlmn: 10 Km ::BMKG
Gempa Mag:2.3, 21-Aug-19 03:21:24 WIB, Lok:6.78 LS - 106.52 BT (23 km BaratLaut KAB-SUKABUMI-JABAR), Kedlmn: 9 Km ::BMKG
Gempa Mag:2.1, 21-Aug-19 03:24:21 WIB, Lok:6.77 LS - 106.43 BT (26 km TimurLaut BAYAH-BANTEN), Kedlmn: 10 Km ::BMKG

Gempa Mag:2.6, 21-Aug-19 03:16:44 WIB, Lok:6.75 LS - 106.53 BT (26 km BaratLaut KAB-SUKABUMI-JABAR), Kedlmn: 10 Km ::BMKG
Gempa Mag:2.1, 21-Aug-19 03:13:10 WIB, Lok:6.75 LS - 106.52 BT (26 km BaratLaut KAB-SUKABUMI-JABAR), Kedlmn: 10 Km ::BMKG
Gempa Mag:3.9, 21-Aug-19 03:06:16 WIB, Lok:6.77 LS - 106.52 BT (24 km BaratLaut KAB-SUKABUMI-JABAR), Kedlmn: 1 Km, dirasakan di Bogor dan Sukabumi II-III MMI ::BMKG
@Parameter Sumber: BMKG-PGR II.
GEMPABUMI TEKTONIK M3.3 MENGGUNCANG WILAYAH KAB-SUKABUMI-JABAR, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI
• Hari Rabu, 21 Agustus 2019, pada pukul 20:49:58 WIB, Wilayah KAB-SUKABUMI-JABAR dan sekitarnya diguncang gempabumi Tektonik. Analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi berkekuatan M=3.3 dengan pusat gempabumi terletak pada koordinat 6.76 LS - 106.51 BT, tepatnya berada di Darat pada jarak 25 km BaratLaut KAB-SUKABUMI-JABAR dengan kedalaman 10 Kilometer.
• Ditinjau dari lokasi epicenter dan kedalaman hiposenternya tampak bahwa gempabumi yang terjadi merupakan gempabumi Dangkal akibat aktivitas Sesar Lokal Klaster Bogor.
• Dampak gempabumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempabumi ini dirasakan  di Cisolok-Kab.Sukabumi dengan Skala Intensitas II MMI.  Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut.
  Hingga laporan ini dibuat pukul 21:28 WIB, hasil monitoring BMKG terhitung sejak tanggal 10 Agustus 2019 sudah ada 75 event gempa yang terjadi di wilayah tersebut. Kepada Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti informasi dari BMKG, karena BMKG akan terus memantau perkembangan gempabumi tersebut.
• Pastikan informasi resmi Gempabumi dengan Skala Magnitudo kurang dari 5 (lima) hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui website (http://balai2.bmkg.go.id/).
Tangerang Selatan, 21 Agustus 2019
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Selatan
HENDRO NUGROHO, ST, M.Si


Bagaimana dengan gempabumi yang dirasakan di Kabandungan?
Seperti informasi yang didapatkan dari BMKG bahwa gempabumi yang dirasakan di Kabandungan adalah jenis gempa Teknonik, namun dengan seringnya gempabumi yang dirasakan oleh warga Kabandungan,menimbulkan berbagai argument dan pendapat ain karena di Kabandungan terdapat salah satu perusahaan yang begerak di bidang Panas Bumi, sehingga tidak sedikit warga yang berpikiran bahawa gempabumi yang terjadi disebabkan oleh aktifitas perusahaan.
Tidak sedikit yang beropini bahwa gempabumi hanya dirasakan di Kabandungan saja, walaupun sebenarnya gemabumi dirasakan juga di daerah Nirmala Kabupaten Bogor.
Tugas siapakah memberikan penjelasan kepada masyarakat?
Pendapat saya, harus ada sinergi dari 3 pilar Forkompimcam (pemerintahan kecamatan Kabandungan,Polsek Kalapanunggal-Kabandungan dan Koramil Kalapanunggal –Kabandungan ), dengan pihak BPBD Kab.Sukabumi dan pihak perusahaan (Star Energy Geothermal Salak dan Indonesia Power) untuk duduk bersama dengan para tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan LSM untuk menjelaskan kaitan dengan gempabumi yang dirasakan di Kabandungan.
Untuk semua warga Kabandungan, tetap tenang dan waspada, dan kita tunggu tindak lanjut dari pihak pemerintahan, lembaga yang berwenang dan pihak perusahaan.

dan jangan lupa, kita selaku masyarakat juga tidak ada salahnya memberikan informasi kepada masyarakat sesuai dengan kemampuan kita, serta pastikan informasi yang kita sampaikan sesuai dengan informasi yang kita dapatkan dari sumbernya yang akurat (BMKG)
Demikian,
Lia Yulianti (Ketua Pengelola Perpustakaan Taman Pamekar)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

unsur-unsur yang perlu diperhatikan dalam melakukan tahap penilaian arsip.

MENGENAL SISTEM LAYANAN PERPUSTAKAAN

TIGA PENDEKATAN PERHITUNGAN PROBABILITA