Gempa di
Kabandungan ada apakah gerangan?
Dalam beberapa hari terakhir ini,
gempa yang dirasakan di Kabandungan menjadi berita terpanas di ranah media social
public masyarakat Kabandungan, bukan hanya di media social faceboook saja akan
tetapi di status madia social WhatsApp pun banyak masyarakat yang membuat
berita ter-update mengenai gempayang dirasakan di wilayah Kabandungan. Karena dari
hari minggu pagi lebih dari 30 kali getaran gempa yang dirasakan oleh
masyarakat Kabandungan.
Ada apakah gerangan dengan gempa yang
dirasakan di Kabandungan?
Gempa bumi adalah
getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi
dari bawah permukaan secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa
bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi atau lempeng bumi. Selain itu
gempa bumi juga bisa disebabkan oleh letusan gunung api.
Gempa bumi juga bisa diartikan sebagai suatu peristiwa
bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang
ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi. Frekuensi gempa bumi
di suatu wilayah mengacu pada jenis dan ukuran gempa bumi yang di alami selama
periode waktu. Gempa bumi diukur dengan menggunakan alat Seismometer. Moment
magnitudo adalah skala yang paling umum di mana gempa bumi terjadi untuk
seluruh dunia. Skala Rickter adalah skala yang di laporkan oleh observatorium
seismologi nasional yang di ukur pada skala besarnya lokal 5 magnitudo. Kedua
skala yang sama selama rentang angka mereka valid. Gempa 3 magnitudo atau lebih
sebagian besar hampir tidak terlihat dan besarnya 7 kali lebih berpotensi
menyebabkan kerusakan serius di daerah yang luas, tergantung pada kedalaman
gempa.
Gempa Bumi terbesar bersejarah besarnya telah lebih
dari 9 skala rickter, meskipun tidak ada batasan besarnya. Gempa Bumi besar
terakhir besarnya 9,0 atau lebih besar adalah 9,0 magnitudo yaitu gempa di
Jepang pada tahun 2011 , dan itu adalah gempa Jepang terbesar sejak pencatatan
dimulai. Intensitas getaran diukur pada modifikasi Skala Mercalli.
Jenis-Jenis Gempa Bumi
Jenis-jenis gempa bumi dibedakan menjadi 2 yaitu berdasarkan penyebab dan kedalamannya. Berikut ini merupakan penjelasannya :
Jenis-jenis gempa bumi dibedakan menjadi 2 yaitu berdasarkan penyebab dan kedalamannya. Berikut ini merupakan penjelasannya :
a. Berdasarkan Penyebabnya
Menurut penyebab terjadinya, gempa bumi dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu :
Menurut penyebab terjadinya, gempa bumi dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu :
1. Gempa Vulkanik
Gempa bumi vulkanik adalah gempa bumi yang disebabkan oleh letusan gunung berapi. Contoh : gempa G. Bromo, gempa G. Una-Una, gempa G. Krakatau.
Gempa bumi vulkanik adalah gempa bumi yang disebabkan oleh letusan gunung berapi. Contoh : gempa G. Bromo, gempa G. Una-Una, gempa G. Krakatau.
2. Gempa Tektonik
Gempa tektonik adalah gempa bumi yang terjadi karena pergeseran lapisan kulit bumi akibat lepasnya energi di zone penunjaman. Gempa bumi tektonik memiliki kekuatan yang cukup dahsyat. Contoh : gempa Aceh, Bengkulu, Pangandaran.
Gempa tektonik adalah gempa bumi yang terjadi karena pergeseran lapisan kulit bumi akibat lepasnya energi di zone penunjaman. Gempa bumi tektonik memiliki kekuatan yang cukup dahsyat. Contoh : gempa Aceh, Bengkulu, Pangandaran.
3. Gempa runtuhan atau terban
Gempa runtuhan atau terban adalah gempa bumi yang disebabkan oleh tanah longsor, gua-gua yang runtuh, dan sejenisnya. Tipe gempa seperti ini hanya berdampak kecil dan wilayahnya sempit.
Gempa runtuhan atau terban adalah gempa bumi yang disebabkan oleh tanah longsor, gua-gua yang runtuh, dan sejenisnya. Tipe gempa seperti ini hanya berdampak kecil dan wilayahnya sempit.
b. Berdasarkan Kedalamannya
Berdasarkan kedalamannya, jenis-jenis gempa bumi juga dibedakan menjadi 3, yaitu :
Berdasarkan kedalamannya, jenis-jenis gempa bumi juga dibedakan menjadi 3, yaitu :
1. Gempa bumi dalam
Gempa bumi dalam adalah gempa bumi yang hiposentrumnya (pusat gempa) berada lebih dari 300 km di bawah permukaan bumi (di dalam kerak bumi). Gempa bumi dalam pada umumnya tidak terlalu berbahaya.
Gempa bumi dalam adalah gempa bumi yang hiposentrumnya (pusat gempa) berada lebih dari 300 km di bawah permukaan bumi (di dalam kerak bumi). Gempa bumi dalam pada umumnya tidak terlalu berbahaya.
2. Gempa bumi menengah
Gempa bumi menengah adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada antara 60 km sampai 300 km di bawah permukaan bumi.gempa bumi menengah pada umumnya menimbulkan kerusakan ringan dan getarannya lebih terasa.
Gempa bumi menengah adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada antara 60 km sampai 300 km di bawah permukaan bumi.gempa bumi menengah pada umumnya menimbulkan kerusakan ringan dan getarannya lebih terasa.
3. Gempa bumi dangkal
Gempa bumi dangkal adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada kurang dari 60 km dari permukaan bumi. Gempa bumi ini biasanya menimbulkan kerusakan yang besar.
Gempa bumi dangkal adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada kurang dari 60 km dari permukaan bumi. Gempa bumi ini biasanya menimbulkan kerusakan yang besar.
Parameter Gempa Bumi
Waktu terjadinya gempabumi (Origin Time – OT)
Lokasi pusat gempabumi (Episenter)
Kedalaman pusat gempabumi (Depth)
Kekuatan Gempabumi (Magnitudo)
Karakteristik Gempa Bumi
Berlangsung dalam waktu yang sangat singkat
Lokasi kejadian tertentu
Akibatnya dapat menimbulkan bencana
Berpotensi terulang lagi
Belum dapat diprediksi
Tidak dapat dicegah, tetapi akibat yang ditimbulkan dapat dikurangi
Penyebab Terjadinya Gempa Bumi
Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang disebabkan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan di mana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itulah gempa Bumi akan terjadi.
Waktu terjadinya gempabumi (Origin Time – OT)
Lokasi pusat gempabumi (Episenter)
Kedalaman pusat gempabumi (Depth)
Kekuatan Gempabumi (Magnitudo)
Karakteristik Gempa Bumi
Berlangsung dalam waktu yang sangat singkat
Lokasi kejadian tertentu
Akibatnya dapat menimbulkan bencana
Berpotensi terulang lagi
Belum dapat diprediksi
Tidak dapat dicegah, tetapi akibat yang ditimbulkan dapat dikurangi
Penyebab Terjadinya Gempa Bumi
Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang disebabkan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan di mana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itulah gempa Bumi akan terjadi.
Gempa Bumi biasanya terjadi di perbatasan
lempengan-lempengan tersebut. Gempa Bumi yang paling parah biasanya terjadi di
perbatasan lempengan kompresional dan translasional. Gempa Bumi fokus dalam
kemungkinan besar terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit kedalam
mengalami transisi fase pada kedalaman lebih dari 600 km.
Beberapa gempa Bumi lain juga dapat terjadi karena
pergerakan magma di dalam gunung berapi. Gempa Bumi seperti itu dapat menjadi
gejala akan terjadinya letusan gunung berapi. Beberapa gempa Bumi (jarang
namun) juga terjadi karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik
dam, seperti Dam Karibia di Zambia, Afrika. Sebagian lagi (jarang juga) juga
dapat terjadi karena injeksi atau akstraksi cairan dari/ke dalam Bumi (contoh.
pada beberapa pembangkit listrik tenaga panas Bumi dan di Rocky Mountain
Arsenal. Terakhir, gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Hal
ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes rahasia senjata nuklir yang
dilakukan pemerintah. Gempa Bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini
dinamakan juga seismisitas terinduksi.
Akibat Gempa Bumi
Akibat yang ditimbulkan oleh gempa bumi diantaranya adalah :
Akibat yang ditimbulkan oleh gempa bumi diantaranya adalah :
1. Dampak fisik
:
Bangunan banyak yang hancur atau roboh.
Tanah longor akibat goncangan.
Jatuhnya korban jiwa.
Permukaan tanah menjadi merekat, retak dan jalan menjadi putus.
Banjir karena rusaknya tanggul.
Gempa dasar laut dapat menyebabkan tsunami, dsb.
2. Dampak sosial :
Menimbulkan kemiskinan.
Kelaparan.
Menimbulkan penyakit.
Bila pada sekala yang besar (dapat menimbulkan tsunami yang besar), bisa melumpuhkan politik, sistem ekonomi, dsb.
Bangunan banyak yang hancur atau roboh.
Tanah longor akibat goncangan.
Jatuhnya korban jiwa.
Permukaan tanah menjadi merekat, retak dan jalan menjadi putus.
Banjir karena rusaknya tanggul.
Gempa dasar laut dapat menyebabkan tsunami, dsb.
2. Dampak sosial :
Menimbulkan kemiskinan.
Kelaparan.
Menimbulkan penyakit.
Bila pada sekala yang besar (dapat menimbulkan tsunami yang besar), bisa melumpuhkan politik, sistem ekonomi, dsb.
Alat Pengukur Gempa Bumi
Seismograf adalah alat yang digunakan atau dipakai untuk mengukur kuat dan lemahnya suatu gempa bumi. Berdasarkan arah getaran yang diukur, seismograf dibedakan menjadi 2 (dua) macam yaitu :
Seismograf adalah alat yang digunakan atau dipakai untuk mengukur kuat dan lemahnya suatu gempa bumi. Berdasarkan arah getaran yang diukur, seismograf dibedakan menjadi 2 (dua) macam yaitu :
Seismograf horisontal yaitu suatu jenis seismograf
yang mencatat kekuatan gempa ataupun getaran bumi dengan arah secara horizontal
(mendatar).
Seismograf vertikal yaitu jenis dari seismograf yang mencatat getaran bumi dengan arah secara vertikal.
Besaran gempa didasarkan pada amplitudo gelombang tektonik dan dicatat oleh alat Seismograf dengan menggunakan Skala Richter. (Sumber : http://bpbd.bandaacehkota.go.id/2018/08/05/pengertian-gempa-bumi-jenis-jenis-penyebab-akibat-dan-cara-menghadapi-gempa-bumi/
Seismograf vertikal yaitu jenis dari seismograf yang mencatat getaran bumi dengan arah secara vertikal.
Besaran gempa didasarkan pada amplitudo gelombang tektonik dan dicatat oleh alat Seismograf dengan menggunakan Skala Richter. (Sumber : http://bpbd.bandaacehkota.go.id/2018/08/05/pengertian-gempa-bumi-jenis-jenis-penyebab-akibat-dan-cara-menghadapi-gempa-bumi/
Siapa yang berwenang untuk memberikan
informasi menegani Gempabumi?
BMKG merupakan pihak yang berwenang
untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai seluruh gempa yang
terjadi di Indonesia, termasuk gempa yang dirasakan di Kabandungan.
Mari kita simak mengenai BMKG
Badan
Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (disingkat BMKG), sebelumnya bernama Badan Meteorologi dan Geofisika(disingkat BMG) adalah Lembaga
Pemerintah Non Departemen Indonesia yang mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di
bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
Tugas/Fungsi
·
pengkajian, dan penyusunan kebijakan nasional di bidang
meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan geofisika
·
koordinasi kegiatan fungsional di bidang meteorologi,
klimatologi, kualitas udara, dan geofisika
·
memfasilitasi, dan pembinaan terhadap kegiatan instansi
pemerintah, dan swasta di bidang meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan
geofisika
·
penyelenggaraan pengamatan, pengumpulan, dan penyebaran,
pengolahan, dan analisis serta pelayanan di bidang meteorologi, klimatologi,
kualitas udara, dan geofisika
·
penyelenggaraan kegiatan kerjasama di bidang meteorologi,
klimatologi, kualitas udara, dan geofisika
·
penyelenggaraan pembinaan, dan pelayanan administrasi umum di
bidang perencanaan umum, ketatausahaan, organisasi, dan tatalaksana,
kepegawaian, keuangan, kearsipan, hukum, persandian, perlengkapan, dan rumah
tangga
Kewenangan
·
penyusunan rencana nasional secara makro di bidangnya
·
perumusan kebijakan di bidangnya untuk mendukung pembangunan
secara makro
·
penetapan sistem informasi di bidangnya
·
penetapan standar teknis peralatan serta pelayanan meteorologi
penerbangan, dan maritim
·
pengaturan sistem jaringan pengamatan meteorologi, dan
klimatologi
·
pemberian jasa meteorologi, dan klimatologi
·
pengamatan, dan pemberian jasa geofisika
·
pengamatan, dan pemberian jasa kualitas udara
·
pengaturan sistem jaringan pengamatan geofisika
·
penetapan standar teknis peralatan meteorologi, klimatologi,
kualitas udara, dan geofisika
(Sumber: Wikipedia)
Menyimak tugas dan fungsi dari BMKG adalah penyelenggaraan pengamatan,
pengumpulan, dan penyebaran, pengolahan, dan analisis serta pelayanan di bidang
meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan geofisika, maka tugas BMKG
menyampaikan informasi tersebut kepada masyarakat.
Bagaimana BMKG menyampaikan
informasi tersebut kepada masyarakat.
Apakah masyarakat
Kabandungan dapat mengakses informasi dari BMKG?
Tentu…. Bukan
hanya masyarakat Kabandungan saja, akan tetapi seluruh warga Indonesia dapat
mengakses link tersebut dan dapat mencari informasi kaitan dengan berita gempa,
cuaca, dan lain sebagainya.
Gambar 1:
Tampilan situs BMKG yang diakses melalui computer/PC
Tentunya,
bukan hanya melalui perangkat komuter saja link BMKG dapat juga diakses melalui
ponsel .
Gambar 2:
tampilan situs BMKG diakses melalui telepon seluler
Bahkan seiring
dengan kemajuan teknologi, masyarakat dapat mengakses informasi dari BMKG
melalui aplikasi BMKG, dengan cara mengunduh aplikasi BMKG di Playstore.
Gambar 3: tampilan BMKG melalui
aplikasi
Bagaimana dengan gempabumi yang dirasakan
di Kabandungan ?
GEMPABUMI TEKTONIK BERUNTUN
MENGGUNCANG WILAYAH SUKABUMI, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI
• Hari Senin, 19 Agustus 2019, Wilayah
SUKABUMI DAN SEKITARNYA diguncang dua kali gempa dirasakan, TIDAK BERPOTENSI
TSUNAMI. Pertama pada pukul 22:52:16 berkekuatan M=2.5 dengan pusat gempabumi
terletak pada koordinat 6.78 LS - 106.51 BT, tepatnya berada di Darat pada
jarak 23 Km BARATLAUT SUKABUMI-JABAR dengan kedalaman 4 Kilometer. Kedua pada
pukul 23:10:47 berkekuatan M=3.4 dengan pusat gempabumi terletak pada koordinat
6.85 LS - 106.58 BT, tepatnya berada di Darat pada jarak 30 Km BARATLAUT
SUKABUMI-JABAR dengan kedalaman 4 Kilometer
• Ditinjau dari lokasi epicenter dan
kedalaman hiposenternya tampak bahwa gempabumi yang terjadi merupakan gempabumi
Dangkal akibat aktivitas Sesar Citarik.
• Dampak gempabumi yang digambarkan
oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari
masyarakat, gempabumi ini dirasakan di
wilayah Sukabumi dengan Skala Intensitas I - II MMI. Namun hingga saat ini belum ada laporan
mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut.
• Hingga laporan ini dibuat pukul
23:50 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi
susulan (aftershock). Kepada Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan terus
mengikuti informasi dari BMKG, karena BMKG akan terus memantau perkembangan
gempabumi tersebut.
• Pastikan informasi resmi Gempabumi
dengan Skala Magnitudo kurang dari 5 (lima) hanya bersumber dari BMKG yang
disebarkan melalui website (http://balai2.bmkg.go.id/).
Tangerang Selatan, 19 Agustus 2019
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang
HENDRO NUGROHO, ST, M.Si
(Penjelasan dari pihak BMKG kaitan
dengan gempabumi yang terjadi pada hari senin, 19 Agustus 2019)
GEMPABUMI TEKTONIK M3.9 MENGGUNCANG
WILAYAH KAB-SUKABUMI-JABAR, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI
• Hari Rabu, 21 Agustus 2019, pada
pukul 03:06:16 WIB, Wilayah KAB-SUKABUMI-JABAR dan sekitarnya diguncang
gempabumi Tektonik. Analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi berkekuatan M=3.9
dengan pusat gempabumi terletak pada koordinat 6.77 LS - 106.52 BT, tepatnya
berada di Darat pada jarak 24 km BaratLaut KAB-SUKABUMI-JABAR dengan kedalaman
1 Kilometer.
• Ditinjau dari lokasi epicenter dan
kedalaman hiposenternya tampak bahwa gempabumi yang terjadi merupakan gempabumi
Dangkal akibat aktivitas Sesar Citarik.
• Dampak gempabumi yang digambarkan
oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari
masyarakat, gempabumi ini dirasakan di
wilayah Bogor dan Sukabumi dengan Skala Intensitas II - III MMI. Namun hingga saat ini belum ada laporan
mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut.
• Hingga laporan ini dibuat pukul
03:22 WIB, hasil monitoring BMKG terhitung sejak tanggal 10 Austus 2019 ada 43
event gempa pendshuluan yang terjadi di wilayah tersebut, dan menunjukkan 3
aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Kepada Masyarakat dihimbau agar tetap
tenang dan terus mengikuti informasi dari BMKG, karena BMKG akan terus memantau
perkembangan gempabumi tersebut.
• Pastikan informasi resmi Gempabumi
dengan Skala Magnitudo kurang dari 5 (lima) hanya bersumber dari BMKG yang
disebarkan melalui website (http://balai2.bmkg.go.id/).
Tangerang Selatan, 21 Agustus 2019
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang
HENDRO NUGROHO, ST, M.Si
Monitoring gempa swarm (beruntun)
Sesar Citarik Sukabumi-Bogor, 21-08-2019, pukul 03:06 WIB s.d 03:41 WIB;
Gempa Mag:2.1, 21-Aug-19 03:41:41 WIB,
Lok:6.75 LS - 106.55 BT (26 km Utara KAB-SUKABUMI-JABAR), Kedlmn: 1 Km ::BMKG
Gempa Mag:2.6, 21-Aug-19 03:39:29 WIB,
Lok:6.81 LS - 106.5 BT (35 km BaratDaya KAB-BOGOR-JABAR), Kedlmn: 3 Km ::BMKG
Gempa Mag:3.5, 21-Aug-19 03:28:57 WIB,
Lok:6.83 LS - 106.58 BT (34 km BaratDaya KAB-BOGOR-JABAR), Kedlmn: 5 Km ::BMKG
Gempa Mag:2.6, 21-Aug-19 03:25:36 WIB,
Lok:6.76 LS - 106.49 BT (26 km BaratLaut KAB-SUKABUMI-JABAR), Kedlmn: 10 Km
::BMKG
Gempa Mag:2.3, 21-Aug-19 03:21:24 WIB,
Lok:6.78 LS - 106.52 BT (23 km BaratLaut KAB-SUKABUMI-JABAR), Kedlmn: 9 Km
::BMKG
Gempa Mag:2.1, 21-Aug-19 03:24:21 WIB,
Lok:6.77 LS - 106.43 BT (26 km TimurLaut BAYAH-BANTEN), Kedlmn: 10 Km ::BMKG
Gempa Mag:2.6, 21-Aug-19 03:16:44 WIB,
Lok:6.75 LS - 106.53 BT (26 km BaratLaut KAB-SUKABUMI-JABAR), Kedlmn: 10 Km
::BMKG
Gempa Mag:2.1, 21-Aug-19 03:13:10 WIB,
Lok:6.75 LS - 106.52 BT (26 km BaratLaut KAB-SUKABUMI-JABAR), Kedlmn: 10 Km
::BMKG
Gempa Mag:3.9, 21-Aug-19 03:06:16 WIB,
Lok:6.77 LS - 106.52 BT (24 km BaratLaut KAB-SUKABUMI-JABAR), Kedlmn: 1 Km,
dirasakan di Bogor dan Sukabumi II-III MMI ::BMKG
@Parameter Sumber: BMKG-PGR II.
GEMPABUMI TEKTONIK M3.3 MENGGUNCANG
WILAYAH KAB-SUKABUMI-JABAR, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI
• Hari Rabu, 21 Agustus 2019, pada
pukul 20:49:58 WIB, Wilayah KAB-SUKABUMI-JABAR dan sekitarnya diguncang
gempabumi Tektonik. Analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi berkekuatan M=3.3
dengan pusat gempabumi terletak pada koordinat 6.76 LS - 106.51 BT, tepatnya
berada di Darat pada jarak 25 km BaratLaut KAB-SUKABUMI-JABAR dengan kedalaman
10 Kilometer.
• Ditinjau dari lokasi epicenter dan
kedalaman hiposenternya tampak bahwa gempabumi yang terjadi merupakan gempabumi
Dangkal akibat aktivitas Sesar Lokal Klaster Bogor.
• Dampak gempabumi yang digambarkan
oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari
masyarakat, gempabumi ini dirasakan di
Cisolok-Kab.Sukabumi dengan Skala Intensitas II MMI. Namun hingga saat ini belum ada laporan
mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut.
•
Hingga laporan ini dibuat pukul 21:28 WIB, hasil monitoring BMKG
terhitung sejak tanggal 10 Agustus 2019 sudah ada 75 event gempa yang terjadi
di wilayah tersebut. Kepada Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan terus
mengikuti informasi dari BMKG, karena BMKG akan terus memantau perkembangan
gempabumi tersebut.
•
Pastikan informasi resmi Gempabumi dengan Skala Magnitudo kurang dari 5 (lima)
hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui website
(http://balai2.bmkg.go.id/).
Tangerang Selatan, 21 Agustus 2019
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang
Selatan
HENDRO NUGROHO, ST, M.Si
Bagaimana dengan gempabumi yang dirasakan di
Kabandungan?
Seperti informasi yang didapatkan dari
BMKG bahwa gempabumi yang dirasakan di Kabandungan adalah jenis gempa Teknonik,
namun dengan seringnya gempabumi yang dirasakan oleh warga
Kabandungan,menimbulkan berbagai argument dan pendapat ain karena di
Kabandungan terdapat salah satu perusahaan yang begerak di bidang Panas Bumi,
sehingga tidak sedikit warga yang berpikiran bahawa gempabumi yang terjadi
disebabkan oleh aktifitas perusahaan.
Tidak sedikit yang beropini bahwa
gempabumi hanya dirasakan di Kabandungan saja, walaupun sebenarnya gemabumi
dirasakan juga di daerah Nirmala Kabupaten Bogor.
Tugas siapakah memberikan penjelasan
kepada masyarakat?
Pendapat saya, harus ada sinergi dari 3
pilar Forkompimcam (pemerintahan kecamatan Kabandungan,Polsek Kalapanunggal-Kabandungan
dan Koramil Kalapanunggal –Kabandungan ), dengan pihak BPBD Kab.Sukabumi dan
pihak perusahaan (Star Energy Geothermal Salak dan Indonesia Power) untuk duduk
bersama dengan para tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan LSM untuk
menjelaskan kaitan dengan gempabumi yang dirasakan di Kabandungan.
Untuk semua warga Kabandungan, tetap
tenang dan waspada, dan kita tunggu tindak lanjut dari pihak pemerintahan,
lembaga yang berwenang dan pihak perusahaan.
dan jangan lupa, kita selaku masyarakat juga tidak ada salahnya memberikan informasi kepada masyarakat sesuai dengan kemampuan kita, serta pastikan informasi yang kita sampaikan sesuai dengan informasi yang kita dapatkan dari sumbernya yang akurat (BMKG)
Demikian,
Lia Yulianti (Ketua Pengelola Perpustakaan
Taman Pamekar)






Komentar
Posting Komentar