FUNGSI DAN PERAN PERPUSTAKAAN
Sejak ditemukannya mesin cetak untuk mencetak buku dan sumber belajar tercetak lainnya,hingga sekarang media cetak masih menduduki posisi kunci dalam menunjang proses belajar mengajar.Buku,diktat,jurnal,surat kabar,modul,dan cetakan-cetakan yang lain masih banyak diandalkan untuk menunjang proses belajar manusia.
Perpustakaan sebagai lembaga yang mengelola sumber informasi dan sumber belajar semestinya menduduki posisi kunci dalam proses pendidikan dan pelatihan yang ada,baik dilingkungan persekolahan,luar sekolah,dunia kerja,maupun masyarakat pada umumnya.namun,kenyataannya masih jauh dari harapan. Perpustakaan masih belum benar-benar memasyarakat.Hal ini bisa terjadi,karena rendahnya minat baca dan kurangnya kesadaran bahwa belajar harus mencari sendiri informasi atau jawaban atas persoalan yang mereka hadapi. Di beberapa sekolah keberadaan perpustakaan diposisikan sebagai pelengkap saja, setiap pergantian kurikulum para guru mendapat berbagai penataran terkait dengan aspek-aspek manajemen sekolah,tetapi nasib perpustakaannya jarang dipikirkan.
Dalam Undang-undang  Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,pada bab I pasal 1 ayat 23 disebutkan bahwa “Sumber daya pendidikan adalah segala sesuatu yang digunakan dalam penyelenggaraan pendidikan yang meliputi tenaga pendidikan,masyarakat,dana,sarana dan prasarana”. Tidak disebutkan dengan jelas komponen apa saja yang dimaksud dengan sarana dan prasarana.Berbeda halnya ketika dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (UU No.2 tahun 1989 pasal 35) dijelaskan bahwa setiap satuan pendidikan baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat harus menyediakan sumber belajar.Pada penjelasan pasal tersebut diterangkan bahwa salah satu sumber belajar adalah perpustakaan.Sudah semestinya perpustakaan menjadi bagian integral dari system pembelajaran.
Untuk dapat memenuhi tuntutan inilah maka sekolah-sekolah,perguruan-perguruan tinggi,serta lembaga-lembaga lainnya pelu dilengkapi dengan perpustakaan yang lebih baik pada waktu sekarang.
Berbicara soal fungsi perpustakaan,maka dengan singkat dapat diuraikan di sini bahwa perpustakaan tidak boleh sekali-kali menjadi semacam gudang buku ataupun merangkap sebagai ruang belajar saja. Oleh karena itu,perpustakaan harus dapat difungsikan untuk hal-hal berikut ini:
1) Jantung dari semua program pendidikan di setiap institusi,yakni harus mampu membantu dan menjadi pusat dari kegiatan-kegiatan akademis lembaga pendidikannya
2) Pusat alat-alat pengajaran atau instructional materials center. Dalam hal ini membantu memperlancar jalannya proses belajar serta praktik-praktik pembelajaran,perpustakaan dapat memberikan/menyediakan bahan-bahan dan fasilitas yang dibutuhkan oleh para guru dalam pembelajaran di kelas,perpustakaan,laboratorium,dan sebagainya. Demikian juga,perpustakaan dapat memberikan layanan kepada masyarakat di luar lingkungan institusi dengan menyediakan/memberikan jasa-jasanya,bahan-bahannya serta fasilitas-fsilitas yang diperlukan seperti buku-buku,bahan referensi,ruang diskusi dan bantuan tenaga ahli perpustakaan.
3) Clearing house (pusat pengumpulan/penyimpanan) bagi semua penerbitan dari dan tentang daerahnya maupun alam,sebagimana salah satu tugas pokok perpustakaan yakni the preservation of knowledge. Fungsi ini sangat penting sekali bagi setiap lembaga pendidikan,karena dengan adanya clearing house setiap orang akan mudah mencari keterangan-keterangan,data-data,bahan-bahan comparative,bahan-bahan mentah tentang daerahnya atau suatu bidang pengetahuan tertentu dalam ussaha-usahanya melakukan research atau lain-lainnya.
4) Social center dan pusat kegiatan kultural masyarakat setempat. Perpustakaan harus terbuka bagi pengunjung dari berbagai kalangan masyarakat yang sangat luas untuk mempergunakan fasilitas-fasilitas,jasa-jasa,dan bahan-bahan lain yang disediakan oleh perpustakaan itu. Dengan adanya pertemuan orang-orang inilah serta adanya fasilitas-fasilitas dan jasa-jasa yang disediakan oleh perpustakaan memungkinkan terjadinya kegiatan-kegiatan social dan kultural yang sangat menguntungkan baik bagi lembaga yang bersangkutan maupun masyarakat pada umumnya.
Berdasarkan uraian tersebut,jelaslah kepada kita bahwa salah satu tugas pokok dari perpustakaan dimanapun adalah “the preservation of knowledge”artinya mengumpulkan,memelihara,dan mengembangkan semua ilmu pengetahuan/gagasan manusia dari zaman ke zaman. Oleh karena itu,perpustakaan mutlak mempunyai perana yang utama dan tak dapat diabaikan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pembanguna nasional dan peningkatan mutu pendidikan. Perana tersebut berhubungan dengan keberadaan,tugas,dan fungsi perpustakaan. Peranan yang dapat dijalankan oleh perpustakaan antara lain sebagai berikut :
1) Secara umum perpustakaan merupakan sumber informasi,pendidikan,penelitian,reservasi,dan pelestarian khasanah budaya bangsa,serta tempat rekreasi sehat,murah, dan bermanfaat.
2) Perpustakaan merupakan media atau jembatan yang berfungsi menghubungkan antara sumber informasi dan ilmu pengetahhuan yang terkandung di dalam koleksi perpustakaan dengan para pemakainya.
3) Perpustakaan mempunyai peranan sebagai sarana untuk menjalin dan mengembangkan komunikasi antara sesame pemakai,dan antara penyelenggara perpustakaan dengan masyarakat sekitar yang dilayani.
4) Perpustakaan dapat pula berperan sebagai lembaga untuk menumbuhkan minat baca,mengembangkan minat baca,kegemaran membaca,kebiasaan membaca,dan budaya baca,melalui penyediaan berbagai bahan bacaan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Oleh karena itu,jika tidak ada perpustakaan,atau perpustakaan yang ada kurang berperan dengan baik,mungkin anggota masyarakat yang baru belajar membaca,atau sedang membiasakan diri membaca,dan yang membutuhkan sumber bacaan,dapat berkurang secara perlahan dan hilang semangatnya.
5) Perpustakaan dapat berperan aktif sebagai fasilitator,mediator,dan motivator bagi mereka yang ingin mencari,memanfaatkan,dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan pengalamannya.
6) Perpustakaan merupakan agen perubahan,agen pembangunan,dan agen kebudayaan umat manusia. Sebab berbagai penemuan,sejarah,pemikiran,dan ilmu pengetahuan yang telah ditemukan pada masa yang lalu,yang direkam dalam bentuk tulisan atau bentuk tertentu yang disimpan perpustakaan. Koleksi tersebut dapat dipelajari,diteliti,dikaji,dan dikembangkan oleh generasi sekarang,dan kemudian dipergunakan sebagai landasan penuntun untuk merencanakan masa depan yang lebih baik.
7) Perpustakaan berperan sebagai lembaga pendidikan nonformal bagi anggota masyarakat dan pengunjung perpustakaan. Mereka dapat belajar secara mandiri (otodidak), melakukan penelitian,menggali,memanfaatkan,dan mengembangkan sumber informasi dan ilmu pengetahuan.
8) Petugas perpustakaan dapat berperan sebagai pembimbing dan memberikan konsultasi kepada pemakai atau melakukan pendidikan pemakai (user education), dan pembinaan serta menanamkan pemahaman tentang pentingnya perpustakaan bagi orang banyak.
9) Perpustakaan berperan dalam menghimpun dan melestarikan koleksi bahan pustaka agar tetap dalam keadaan baik,semua hasil karya umat manusia yang tak ternilai harganya.
10) Perpustakaan dapat berperan sebagai ukuran (barometer) atas kemajuan masyarakat dilihat dari intensitas kunjungan dan pemakaian perpustakaan. Sebab masyarakat yang sudah maju dapat ditandai dengan adanya perpustakaan yang sudah maju pula. Sebaliknya masyarakat yang sedang berkembang biasanya belum memiliki perpustakaan yang memadai dan representative.
11) Perpustakaan dengan bahan bacaan yang berisi pendidikan,informasi,dan rekreasi yang sehat dan positif,serta dipahami dan dijiwai oleh pembacanya. Selanjutnya materi dari bahan bacaan tersebut mampu menggugah aspirasi,inspirasi,ide-ide,dan gagasan dalam mengembangkan minat dn bakat.
12) Perpustakaan dapat berperan aktif dalam mencari,menelusuri,membina,dan mengembangkan serta menyalurkan hobi/kegemaran,minat,dan bakat yang dimiliki oleh masyarakat melalui kegiatan yang dapat diselenggarakan oleh perpustakaan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

unsur-unsur yang perlu diperhatikan dalam melakukan tahap penilaian arsip.

MENGENAL SISTEM LAYANAN PERPUSTAKAAN

TIGA PENDEKATAN PERHITUNGAN PROBABILITA